Jumat, 28 September 2012

Alasan-alasan Makan dan Minum Tidak Boleh Sambil Berdiri


Alasan-alasan  Makan dan Minum Tidak Boleh Sambil Berdiri  <<>>  Dalam keseharian kita makan dan minum adalah aktivitas yang pasti dilakukan setiap hari. Dalam makan dan minum tentu ada dua cara yang mendasar, yaitu dengan duduk atau pun dengan berdiri. Kalau teman-teman sering makan sesuatu dan minum dengan sambil berdiri, alangkah baiknya kebiasaan tersebut diusahakan atau diubah kebiasaannya dengan cara duduk. Pasti teman-teman ada yang bertanya apa alasannya kalau makan dan minum tidak boleh berdiri. Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat,lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Bahkan kata Dr. Ibrahim Al-Rawi menerangkan jika manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semu otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan sempurna. Hal ini kata beliau merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf terpenting pada saat makan dan minum. Sehingga untuk mendapatkan ketenangan itu kata beliau adalah pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga system pencernaan dalam keadaan siap untuk nerima makanan dan minuman dengan cara cepat. Bahkan Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa-bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang cukup parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Ternyata bisa separah ini lho akibat dari makan dan minum berdiri itu. Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Jadi ilustrasi jika kita minum dengan cara duduk adalah seperti ini. Dimana air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringter. sfringter sendir adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum berdiri. Begitu juga kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Khusus untuk alasan minum jangan sambil berdiri, berikut ini alasan-alasannya, silahkan disimak :

Ternyata, ada tinjauan medis mengapa tidak boleh minum sambil berdiri. Minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka sehingga air kemih bisa lewat dan menutup. Dan tiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang ada di ginjal. Jadi, saat minum sambil berdiri, mengakibatkan air masuk tanpa melalui proses penyaringan dan bisa langsung menuju kandung kemih, yang akan mengakibatkan pengendapan di saluran ureter.
Mengapa begitu? Karena air yang kita minum tidak 100% steril untuk diolah tubuh. Jadi jika tidak melalui proses penyaringan, setidaknya ada 2 penyakit yang kemungkinan bisa timbul yaitu :

1. Air bersih yang mengandung kapur, karena tidak disaring oleh sfringer akan menumpuk di saluran kencing yang akihirnya mengkristal. Ini lazim disebut kencing batu.

2. Limbah-limbah yang menyisa di ureter bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang berbahaya. Salah satu gejalanya adalah susah buang air kecil, karena keberadaan kristal tersebut. 
(Percayalah, seberapa besar dan mengkilapnya kristal ini tidak akan laku dijual).

Itulah efek buruknya pada ginjal anda, yang kita tahu salah satu fungsinya yakni menyaring racun ke dalam tubuh.

Lalu apa yang harus dilakukan? Selalu ingatkan diri sendiri untuk minumsambil duduk, dan minum air putih sesuai kebutuhan yang dianjurkan. Idealnya adalah 1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari, 2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang dan 2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam. Tidak perlu sampai 8 gelas, karena kebutuhan setiap orang berbeda.
 
 
Untuk menjaga kesehatan, alangkah baiknya kita selalu membiasakan diri kalau makan dan minum jangan sambil berdiri.  Semoga postingan ini yang berjudul Alasan-alasan  Makan dan Minum Tidak Boleh Sambil Berdiriberguna untuk kamu dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

(Sumber : dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar